Cara Menanam Seledri Yang Baik

Sebagai tanaman sayur, seledri mempunyai manfaat yang banyak bagi tubuh. Cara menanam seledri yang baik pada dasarnya tergantung pada media penanaman, dalam hal ini tanah dan cuaca.

Cara Menanam Seledri Yang Baik
Cara Menanam Seledri Yang Baik

Seperti diketahui, banyak sayuran tumbuh baik jika ditanam di daerah pegunungan. Seperti diketahui, daerah pegunungan mempunyai ketinggian antara 700 sampai dengan 2500 meter dpl.

Selain itu jika dicermati, maka di daerah pegunungan, biasanya akan cenderung berangin dan lembab.

Kondisi ini dapat dijadikan patokan, jika ingin mempelajari cara menamam selederi yang baik. sehingga perlu menciptakan kondisi yang sesuai dengan daerah pegunungan.

Seledri akan tumbuh dengan baik pada kondisi PH tanah yang netral, yaitu antara 6,5 sampai dengan 7,5. Kenapa tanah pegunungan cukup baik bagi tumbuh kembang seledri?

Tanah pegunungan biasanya dibentuk dari abu vulkanis pegunungan yang banyak mengandung debu. Debu ini secara tidak langsung akan mengurangi kadar keasaman pada tanah liat.

Cara Menanam Seledri Yang Baik

Seledri termasuk tumbuhan yang berakar serabut. Kondisi ini juga akan mempengaruhi cara menanam seledri yang baik.

Dengan akar serabut yang dimiliki seledri, maka akar seledri cenderung pendek. jika memiliki akar yang pendek, berarti tanaman tidak memiliki kemampuan mencari air di jarak yang jauh.

Dengan demikian harus selalu tersedia air di tempat dekat. Kenapa daerah pegunungan sesuai? Karena curah hujan di pegunungan lumayan tinggi.

Dengan demikian banyak air yang tergenang di tanah. Sehingga seledri tidak perlu mencari-cari air.

Setelah anda mengetahui jenis akar dan media yang digunakan untuk menanam seledri. Maka langkah yang selanjutnya diperhatikan dalam cara menanam seledri yang baik, adalah pemeliharaan tanaman.

Dalam melakukan pemeliharaan, salah satu yang diperhatikan adalah pemupukan. Bisa menggunakan bahan kimia maupun pupuk organic.

Namun yang perlu dicatat adalah pupuk-pupuk ini harus mengandung banyak nitrogen.

Nitrogen pada dasarnya dibutuhkan tanaman sebagai pengikat nutrisi. Nitrogen ini akan dibutuhkan pada saat pernapasan, ketika bernapas maka tanaman akan memasukkan oksigen dan karbondioksida.

Oksigen sendiri pada dasarnya akan membantu tanaman dalam memproses fotosintetis dengan dibantu sinar matahari.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *